Buka : 07.00 - 21.00
0815 6960 442 | 0817 7044 0340

Wisata Sejarah Monumen Jogja Kembali yang Sarat Pengetahuan

Wisata Sejarah Monumen Jogja Kembali yang Sarat Pengetahuan
4 (80%) 1 vote

Monumen Jogja Kembali, sebuah monumen yang memiliki sebuah nilai historis yang kental. Monumen Jogja Kembali dibangun sebagai memperingati kembalinya pemerintahan dari Ibu Kota Yogyakarta serta lepasnya kekuasaan pemerintahan kolonial.

Monumen ini berdiri di Kabupaten Sleman, tepatnya di Dsn Jongkang, Sariharjo, Ngaglik dan persis di pinggir jalan Ring Road Utara Yogyakarta

Monumen Jogja Kembali Sore Hari, foto by: @jovieyunara

Sejarah Monumen Jogja Kembali

Dalam sejarah, Yogyakarta pernah menjadi Ibu Kota Negara Indonesia, bahkan Yogyakarta pernah menjadi Ibu Kota Negara sebanyak 2 kali. Monumen ini di bangun pada tahun 1985 tepatnya pada tanggal 29 Juni.

Dalam pembangunannya diadakannya sebuah ritual penanaman kepala kerbau serta bersamaan dengan peletakan batu pertama oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII. Bermula dari usulan Walikotamadya Yogyakarta Kolonel Soegiarto, Gagasan tentang pembangunan monumen ini pun ditanggapi secara serius.

Monumen Jogja Kembali dalam pembangunannya mengadopsi titik Sumbu besar Kehidupan.Dalam artian,Titik pusat bangunan ini merupakan sebuah titik yang secara imajiner menghubungkan beberapa titik penting di Yogyakarta yaitu Kraton Jogja, Tugu Yogyakarta, Gunung Merapi, Parang Tritis dan juga Panggung Krapyak.

Titik Imajiner Kraton Jogja, Tugu Yogyakarta, Gunung Merapi, Parang Tritis dan juga Panggung Krapyak

Pembangunannya mengadopsi titik Sumbu besar Kehidupan

Monumen Jogja Kembali Saat Ini

Jika kita tengok, di area monumen terdapat 2 miniatur pesawat yang berbeda. Untuk sebelah timur kita akan menemukan miniatur pesawat cureg, sedangkan sebelah baratnya kita akan menemukan miniatur pesawat Guntai. Juga terdapat sebuah mesin senapan beroda lengkap setelah tangga loket masuk di kanan dan kirinya.

Memasuki area latar monumen, pengunjung disuguhkan nama-nama pahlawan yang gugur dalam perlawanan terhadap penjajah, tepatnya 19 Desember 1948 s/d 29 Juni 1949. Juga terdapat sebuah puisi buatan Chairil Anwar dengan judul Kerawang Bekasinya.

Sekarang monumen ini dikembangkan menjadi obyek wisata yang menjanjikan. Tepat tanggal 17 Desember 2011, monumen ini dibangun juga Taman Lampion yang tersedianya kuliner serta hiburan lainnya.

Monjali ini dibangun juga Taman Lampion yang tersedianya kuliner serta hiburan lainnya

Taman Lampion Monjali

Lokasi

Monumen ini berdiri di Kabupaten Sleman, tepatnya di Dsn Jongkang, Sariharjo, Ngaglik dan persis di pinggir jalan Ring Road Utara Yogyakarta. Dari kota Yogyakarta ke monumen ini jaraknya sekitar 10 ke arah utara.

Jadwal Buka dan Biaya Retribusi

Jadwal buka Monumen Jogja Kembali mulai pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB setiap hari selasa hingga minggu, sedangkan untuk hari senin monumen ini tutup.

Jadwal buka Taman Lampion adalah setiap hari setelah selesainya jam buka monumen, tepatnya jam 17.00 WIB sampai 22.00 WIB.

Untuk biaya retribusi atau tiket masuk Taman Lampion, pengunjung diharuskan membayar sebesar Rp 10 ribu untuk hari kerja atau hari biasa. Sedangkan waktu weekend pengunjung harus membayar Rp 15 ribu. Untuk setiap permainannya pengunjung diharuskan membayar Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu

Sedangkan biaya masuk monumen adalah Rp 7500 per orang, berlaku bagi siapapun baik wisatawan lokal maupun asing. Untuk biaya masuk monumen secara rombongan, apabila lebih dari 30 orang akan mendapatkan potongan sebesar 10% , dan untuk anak anak bisa mendapat potongan hingga mencapai 50%.

Demikian ulasan dari PaketWisata.id, Kunjungi juga tempat-tempat wisata lainnya di Yogyakarta.

Tentang Penulis
JOGJA EMPAT RODA adalah perusahaan jasa di bidang rental mobil, rental motor dan paket wisata di Jogja. Berdiri sejak tahun 2009, kami siap memberikan service terbaik untuk Anda. Hubungi kami di nomer telepon: 0815 6960 442 | 0819 0403 6114 dan email : paketwisata.id@gmail.com.

Tinggalkan komen

*

×
Halo, dengan PaketWisata ID. Ada yang bisa kami bantu?*